#SatukanGerakTerusBerdampak #KitaSATUIndonesia
Selasa, 18 November 2025
Cerita Keberlanjutan Kebun Sabilulungan KBA Lengkong Kulon : Dukungan Astra Untuk Bumi Berseri & Lestari
Earth Story Teller : Dari Sepi Menjadi Berseri -Kecapi Untuk Bumi Lestari
bukan gawai musik penghasil melodi.
Ada yang menyebutku dengan nama Sentul,
tentu bukan tempat dimana para pembalap memacu kecepatan berlaga di arena sirkuit.
Kalau di tempat kalian, disebut dengan nama apa gaess??
Pohonku rindang, banyak ditemui di kebun sekitar rumah yang membuat alam sekitar adem.
Kulit buahku hijau kekuningan. Saat dibelah buah putih menyembul dengan rasa manis asam segar kaya anti oksidan.
Dulu Engkong, Enyak , Babe, Encang, Encing dan Entong begitu girang memungutku dari kebon.
Memanjat pohonku yang menjulang.
Menggapai buah dengan galah.
Membuka buah Kecapi punya seni tersendiri, terbilang unik dengan dijepit di daun pintu.
Tapi sekarang keberadaanku kian jarang.
Aku, si Kecapi nyaris punah.
Ah andai aku ada dimana mana, pastinya dampak karbon bisa sedikit terkurangi. Panas menyengat bisa tereduksi oleh rimbunnya daun.
Jika saja banyak orang menanam kecapi, perubahan iklim pasti bisa kita antisipasi
Berbeda kini, aku tersisih oleh modernisasi global. Terpinggirkan layaknya budaya lokal yang tergerus oleh zaman.
Pohonku hanya ada di tempat tertentu.
Tak semua orang tahu.
Buahku jatuh terhempas di atas tanah sepi.
Orang tak sudi memungut apalagi menikmati
Andai ada yang mau peduli, menyulapku menjadi bentuk lain hingga mereka mau sekedar bertanya :
Apa itu kecapi?
aku sungguh bersuka hati.
Kelak jika aku menjelma dalam sebotol sirup, kekaleng setup hingga aneka produk yang tampak lebih modern, maukah kalian membeli dan bersuka cita menikmati?. Sebab dengan membeli olahan Kecapi, komitmen untuk menumbuhkan tunas-batang dan menanam pohon adalah Janji terhadap bumi dengan segenap cerita tradisi yang menyertai.
Terima kasih telah mengubah sepi menjadi berseri,
Kecapi Untuk Bumi Lestari
Salam dariku,
Kecapi Dari Lengkong Kulon
@earthstoryteller.id @sebumi.id @gybn.id
@berdampaklestari @ekonomimembumi @core_indonesia
#EarthStoryteller #VoiceOfTheVoiceless #VoiceOfNature
#KitaBisa #StorytellingChallenge #LiveToConnect #YouthIntoAction #YuwanaBuwana
Kamis, 13 November 2025
Dari Sepi Menjadi Berseri, Kecapi Untuk Bumi Lestari
Selasa, 26 Agustus 2025
757 Hari Di Bali
15 tahun lalu pernah gagal meraih gelar magister di universitas ternama. Aku menjadikan kegagalan itu sebagai hutang yang harus aku bayar lunas, baik kepada diri sendiri terlebih kepada orang tua. Perjalanan hidup tiada yang pernah tahu ke depan seperti apa. Beberapa kali aku mencoba peruntungan beasiswa, nyatanya gagal.
Namun Tuhan berkehendak lain. Disaat Usia memasuki kepala 4, semesta seolah memberi reward anugerah dari Pulau Dewata. Aku yang semala pandemi bolak balik Bali, dan memasarkan kacang Bali secara online, nyatanya dberi kesempatan untuk melanjutkan studi disana.
Tak kurang-kurang semua ikhtiar. Disaat suami terkena musibah pembuluh darah pecah, hingga mencoba peruntungan beasiswa Kemendikbudristek dari jalur pelaku budaya.Akhirnya mengantarkan aku kembali belajar di Program Magister Kajian Budaya Universitas Udayana.
26 Agustus 2022,
Hari pertama matrikulasi, bertemu mereka teman sekelas, total berjumlah 15 orang saja. Mereka semua masih muda belia. Beruntung ada Pak Tony, Pendeta dari Palangkaraya- Kalimantan yang secara usia masih lah sebaya.
Hanya Catatan kenangan dari FB yang menjadi pengingat akan hari-hari penuh semangat
Senin, 04 Juli 2022
BERLIMA Mini Fashion Show : Kreatifitas Perempuan Berkelanjutan Gaungkan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital
Perempuan dan dunia modiste alias fashion ibarat gula dan semut. Dimana ada perempuan selalu ada fashionable, begitu juga sebaliknya. Seperti halnya Berlima Enterpreneur yang secara rutin dan berkelanjutan menggelar agenda fashion berbasis ekonomi kreatif pada Rabu, 29 Juni 2022 di kawasan Jakarta Selatan.
BERLIMA yang terdiri dari Martha Simanjuntak selaku founder, Fitri Wigati Mumpuni, Yulie Anita Bangun, Rukia Wael dan Yulia Warman, adalah lima perempuan yang memiliki profil yang berbeda-beda, berkomitmen untuk mendukung karya-karya perempuan Indonesia melalui gelaran kegiatan untuk pemberdayaan perempuan berbasis teknologi dan komunitas.
Selain menampilkan kreasi fashion dari Julia Warman yang bertema stay simple, stay classy, mini Fashion ini juga menjadi ajang kolaborasi MUA Rukia Wael yang lebih dikenal dengan Kia Kemang. Nuansa hitam putih dengan kesan Korea mendominasi karya Julia Warman yang ditampilkan dengan modern lagi elegan.
Tentu ini ibarat oase kreatifitas bagi pelaku industri kreatif pasca pandemi. Di era kecanggihan teknologi saat ini, ekonomi kreatif menjadi salah satu aktifitas ekonomi dan memberikan peluang yang sangat luas bagi perempuan untuk berkarya.
Selaku Founder Berlima dan pegiat Iwita, Martha Simanjutak menyampaikan bahwa perempuan harus mengenal potensi dirinya dan berani tampil untuk saling menginspirasi, teknologi sudah menjadi bagian kehidupan, gunakan dan manfaatkan secara maksimal secara positif dan produktif.
Dalam pemulihan pasca keterpurukan ekonomi akibat dampak pandemic covid 19, pelaku UMKM terus bergerak dengan kekuatan dan keadaan yang ada, termasuk para pelaku ekonomi kreatif. Bagi pelaku ekonomi kreatif, Pandemi COVID 19 bagai dua sisi mata. Selain hantamannya yang dahsyat, pandemi juga membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.
Ekonomi kreatif adalah kegiatan produksi barang maupun jasa yang diciptakan melalui proses kreatifitas dan kemampuan intelektual. Menurut data Kementerian Pariwisata Indonesia “Perempuan mendominasi ekonomi kreatif di Indonesia yaitu mencapai 56%. Sektor Kuliner, Fesyen dan Kriya menjadi kontributor terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar dalam industri kreatif.”
Sinergi talenta kreatifitas tanpa batas dari masing-masing anggota BERLIMA yang kesemuanya adalah perempuan tentu menjadi kekuatan tersendiri. Terlebih saat ini sedang dirancang aplikasi digital khusus fashion bernama Jahit Baju Apps.
Aplikasi Jahit Baju sedang disiapkan untuk direlease sebagai salah satu aplikasi karya perempuan Indonesia. Aplikasi ini lahir sebagai langkah awal para perempuan dan ibu rumah tangga Indonesia bangkit dari keterpurukan ekonomi pandemic covid 19. Banyak masyarakat yang merasakan dampak penurunan ekonomi, seperti terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran, dan kebangkrutan usaha.
Sebuah inovasi yang memudahkan individidu untuk menjahit baju dengan model, bahan, dan warna sesuatai kebutuhan tanpa repot, cukup melalui aplikasi saja.
Sunguh hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bahkan kesempatan merupakan bagian dari kreativitas, maka Aplikasi Jahit Baju yang dikembangkan oleh IWITA Kreatif Inovasi sebagai media dalam membantu dan mengembangkan para perempuan dan ibu rumah tangga yang kreatif.
Pandemi menjadikan dunia ekonomi kreatif harus mempu melahirkan inovasi berbasis teknologi digital. Selama masa pandemi Covid-19 berlangsung, dunia virtual menjadi lebih ramai dan sibuk, karena semakin banyak masyarakat yang menggunakan gadget dan komputer sebagai alat penyambung hidup demi menggantikan berbagai aktivitas secara langsung.
Perubahan pola hidup masyarakat ini berdampak pada percepatan transformasi digital dan pengembangan ekonomian virtual. Hal itu pula yang menjadikan jahit baju melalui aplikasi menjadi gebrakan ke depan yang turut serta memajukan industri fashion.
Martha Simanjuntak selaku Founder Aplikasi Jahit Baju memaparkan, “Aplikasi Jahit Baju dibuat sebagai bagian karya anak bangsa yang menggandeng para desainer lokal, penenun dan penjahit Indonesia untuk dapat mempromosikan karya mereka. Mitra utama pada aplikasi ini adalah para desaier, pengrajin tenun dan penjahit.
Fashion dalam genggaman, aplikasi Jahit Baju akan menyajikan tampilan produk pakaian siap jadi dan yang bisa dimodifikasi sesuai keinginan pelanggan (customize). Kehadiran Aplikasi Jahit Baju diharapkan dapat menjadi inovasi dalam industri kreatif di Indonesia, sehingga turut serta membantu pemulihan ekonomi Indonesia; khususnya di bidang ekonomi kreatif.
Rasanya tak sabar menantikan aplikasi Jahit baju ini resmi direlease dan bisa dinikmati oleh para peminat fashion. Selain tidak perlu repot mencari keberadaan tukang jahit baju, model dan design bajunya pun lebih up to date.
Wah, kita tunggu nih Agenda Kreatif BERLIMA bulan depan, pastinya tak kalah seru dalam menyemarakkan dunia kreatif pasca pandemi.
Salam


















